Situs resmi Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara

 

Tasyakuran Kesenian Tradisional “Kebo Giro” Desa Dieng Kulon

Administrator 11 Maret 2019 14:06:11 Berita Desa

Tasyakuran Kesenian Tradisional “Kebo Giro” Desa Dieng Kulon

Tasyakuran adalah sebuah tradisi ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Tasyakuran juga dilakukan oleh masyarakat Sunda dan Madura. Tasyakuran adalah suatu bentuk acara syukuran dengan mengundang beberapa kerabat atau tetangga . Secara tradisional acara syukuran dimulai dengan doa bersama, dengan duduk bersila di atas tikar, melingkari nasi tumpeng dengan lauk pauk.

Tasyakuran adalah upacara doa bersama dengan seorang pemimpin atau modin yang kemudian diteruskan dengan makan-makan bersama sekadarnya dengan tujuan untuk menghadirkan rasa syukur dan mengharap perlindungan dari Allah Yang Maha Kuasa. Tasyakuran dilakukan untuk merayakan hampir semua kejadian, termasuk kelahiran, pernikahan, pindah rumah, dan sebagainya.

Upacara tasyakuran merupakan salah satu tradisi yang dianggap dapat menjauhkan diri dari mala petaka. Tasyakuran adalah konsep universal yang di setiap tempat pasti ada dengan nama yang berbeda. Hal ini karena kesadaran akan diri yang ⊃3;lemah´ di hadapan kekuatan-kekuatan di luar diri manusia.

Puluhan ragam kesenian tradisional yang berada di wilayah Dieng Jawa Tengah saat ini nyaris punah. Puluhan ragam kesenian tradisional yang pernah ada saat ini tinggal belasan ragam seni tradisional yang secara rutin masih dikenal dan kerap dimainkan di pertunjukan seni lokal. Beberapa kesenian tradisional yang masih bertahan saat ini adalah lengger, tari topeng, wayang kulit, Tari Rampak Yakso, Rudad, Tek-tek dan salawatan. Sisanya kurang dikenal masyarakat setempat karena jarang dimainkan dan minimnya generasi muda yang bersedia menekuninya. Ragam seni yang nasibnya kian suram yang hanya di daerah-daerah tertentu yang masih ada dan umumnya dimainkan para pemain sudah lanjut usia, seharusnya dihidupkan lagi. Memang persoalannya selain para pemainnya yang sudah lanjut usia keterbatasan pementasan juga menjadi persoalan utama bagi upaya mengembangkan budaya-budaya tradisional yang nyaris punah itu. Hanya pada peristiwa tertentu para pemain seni tradisional Dieng tersebut diundang untuk tampil. Oleh karena itu kami mengharap dukungan dari Dinas terkait khususnya Dinas Pariwisata yang ada di Kabupaten Banjarnegara untuk ikut mendukung kesenian-kesenian tradisional yang ada di Dieng agar tetap bertahan, sehingga bisa mendorong kemajuan kepariwisataan di Dieng.”

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Info Media Sosial

Sinergi Program

Banjarnegara
BPPKAD

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung